Minggu, 15 Maret 2015

bermuka masam

beberapa tahun terakhir ini saya harus menghadapi satu atau dua orang yang bermuka masam di kantor. Tidak menyenangkan bertemu orang seperti itu, terlebih bagi orang dengan rasa sensitif yang katanya berlebihan macam saya. Sebenarnya mereka bermuka masam tak apa-apa, toh mereka bukan orang terdekat saya. Tapi entahlah, beberapa tahun ini saya pun harus menghadapi hal-hal yang datang dari orang-orang terdekat saya. Dan itu tidak mudah bahkan membuat saya trauma untuk bersosialisasi di kantor pada akhirnya.

Well, who cares ?? iyah, siapa yang peduli dengan trauma saya ini. Jawabannya tidak ada. Tapi saya peduli dengan orang-orang yang entah karena takdir ALLOH kemudian dekat dengan saya, saya tidak mau mereka mengalami hal seperti orang-orang sebelumnya. Karena jujur, saya pun sudah berubah tidak seperti saya pertama kali menginjakkan kaki di kantor ini. Saya memilih menjaga jarak dari awal, menyendiri dan sebagainya. Karena saya masih trauma untuk memiliki orang dekat di kantor.

Yah, lingkungan kantor memang sudah tidak nyaman, tapi saya masih merasa nyaman ketika orang-orang dekat saya tidak memberikan sebuah perlakuan yang sangat memberikan trauma dikepala saya. Dan ketika saya trauma, saya dikatakan menjadi penyebab trauma mereka. Sudahlah, saya yang tidak mengerti cara berteman di kantor ini. Dan, mungkin disini bukan tempat saya, tapi diluar kantorlah tempat saya berada.

Terimakasih atas semua perlakuannya wahai orang-orang yang bermuka masam. Jangan meminta saya melukis senyum diwajah untuk kali ini, karena sekarang sulit sekali melukisnya.

#sore #bekasi

Sabtu, 14 Maret 2015

PUNISHMENT

SALAH...

sebuah kesalahan akan menutupi semua hal baik yang pernah kamu lakukan. hilang semua tak berbekas. dan hanya TUHAN yang mampu memaafkan salah mu kemudian berbaik hati pada mu lagi.

TRAUMA

sebuah kesalahan menjadi sebuah perasaan tidak nyaman dalam waktu lama. berdiri sendiri dan merasa tidak nyaman ditengah keramaian bahkan hingga merubah kepribadian.

PUNISHMENT

mereka pikir bisa memberikan hukuman karena kesalahan mu dan menilai mu demikian buruknya. bahkan memandang mu bagai bangkai yang entah dimana mereka temukan, bagai kotoran yang mereka sendiri pun memproduksinya dari dalam tubuh mereka sendiri. sudah cukupkah ??

#malam #bekasi

Minggu, 08 Maret 2015

Renungan #1

Kenapa sih selalu mempermasalahkan yang terlihat taat daripada yang terlihat bejat ??

Kenapa nggak berfikir keduanya sama2 sedang berproses menjadi kekasih TUHAN saja ??

Yang terlihat taat, dia sedang mendekati TUHANnya sedekat2nya agar bisa menjaganya dari perbuatan tidak benar, atau dia sedang meminta maaf dari TUHANnya atas perbuatan2nya...

Yang terlihat bejat, ternyata dipenghujung malam dia menangisi dosa2nya, dan meminta petunjuk serta ridho TUHANnya ketika pagi mulai menyapanya...

Semua manusia pasti punya kekurangan, punya aib, punya hal yang jika kamu tau pasti akan memandangnya dengan jijik mungkin, tapi yang terlihat taat dan terlihat bejat ini manusia kawan, mereka punya hati, mereka mahluk TUHAN yang kapapun bisa berubah menjadi lebih mulia dari mu yang hanya bisa menilai dan memandang mereka sebelah mata...

Tugas kita adalah membersamai mereka tanpa memandang mereka dan memberikan penilaian negatif dari kita. Membersamai mereka dengan pikiran positif kita tanpa ada rasa apapun, membersamai mereka dengan sabar dan ikhlas...karena sesungguhnya kita tidak tahu seperti apa hidup kita diakhir nanti...mulia atau malah menjijikan...

#malam

Selasa, 03 Maret 2015

Ibadah Yang Benar Akan Menghasilkan Manusia Yang Benar

"Hasil dari ibadah yang benar itu terlihat nduk. Mau sedekahnya satu milyar ke anak yatim, umrah tiap tahun, sholat tepat waktunya terus, puasa setiap saat tiada henti, kalo nggak bener yah nggak bener, dan terlihat kok bedanya manusia yang ibadahnya bener sama hanya sekedar ibadah."

Well, siang ini memang tema perbincangannya tentang menilai iman seorang laki2 yang akan dipilih menjadi imam dikehidupan saya nanti. Banyak orang yang mengatakan bahwa "percuma juga sholat tapi maksiat tetap jalan", berawal dari sana kemudian pertanyaan itu muncul. Sholat adalah hal yang dapat kita lihat, berawal dari sanalah saya kemungkinan akan menilai seseorang. Tapi, disekitaran saya saat ini, memang ada yang sholat tepat waktunya tidak pernah lewat, rajin ibadahnya, sayang dengan keluarganya tetapi maksiatnya tetap jalan. Dan jujur saya menjadi takut akan hal itu. Bagaimana bisa orang yang selalu sholat tepat waktu tapi....dan hal itu terjawab oleh pembicaraan say dengan ibu.

Benar...sholat memang hal pertama yang menjadi ukuran menilai seseorang, tetapi ketika sholat dan ibadah lain tidak dijalankan dengan benar, maka hasilnya tentu melenceng dari keseharusannya. Benar atau tidaknya bukan kita yang mengatur, aturan itu sudah ada dalam pedoman hidup seorang muslim, Al-qur'an, Hadis shahih...dan terkait dengan ibadah, peraturannya sudah baku. Itu pedomannya...

Minggu, 01 Februari 2015

Maaf...Lelah...

Dear you.
Sekali ini saja sebutkan salah ku dimana ? Tak hanya menyuruh ku introspeksi diri, tak hanya mengatakan aku harus merasakan dengan hati...seakan2 aku tidak punya hati.

Dear you.
Sekali ini saja sebutkan hal apa yang membuat mu sakit ? Tak hanya mengatakan percuma meminta maaf jika tak bisa mengambil hikmahnya...seakan2 aku bermain2 dengan kata maaf.

Dear you.
Sekali ini saja sebutkan apa yang membuat mu mengatakan kecewa pada ku ? Tak hanya mengatakan bahwa semua ini karena ku.

Dear you.
Sekali ini saja sebutkan bagian mana yang membuat mu terganggu ? Tak hanya mengatakan pertemanan mu berubah karena aku.

Dear you.
Terlalu lelah rasanya menjaga perasaan mu, terlalu lelah bagi ku berlari dan selalu tersenyum ketika aku tahu bahwa aku lah pusat trauma mu itu. Dan terlalu lelah untuk berusaha mengerti dan memulai.

(Tulisan ini adalah terakhir kalinya, dibuat karena perasaan lelah sangat yang kesekian kalinya, dibuat bukan untuk seseorang tetapi semua yang merasa dibuat trauma oleh saya. Satu kata maaf...dan maaf ini tidak pernah terucap dengan main2. Tidak ada alasan, hanya kata maaf saja)

#maghrib #senja #sendiri (19.49, 01022014)

Sabtu, 31 Januari 2015

Main Kata

Berhenti sejenak...

Kata, sebuah kata terbentuk dari kumpulan huruf yang bunyinya tersusun dengan ajaibnya. Kata, sekumpulan huruf yang dapat diucap secara berkesinambungan menjadi sebuah bunyi yang enak didengar telinga.

Mari berhenti sejenak untuk mengumpulkan huruf-huruf yang berserakan dialam ini. Masih ingat surat ar rahman ayat 13 ? "Maka nikmat ALLOH yang manakah yang kan kau dustakan ?"...

Surat ar rahman ini adalah surat kesekian yang mengajak kita berpikir untuk melihat huruf-huruf  yang bisa kita susun menjadi sebuah tanda bagi kita orang beriman yang mau berpikir.

Maka, populer sekali idiom "aku berpikir maka aku ada" yang dibuat oleh seseorang yang nota benenya bukan lah seorang muslim. Memang sejatinya, seorang muslim dituntut harus berpikir...melihat begitu banyaknya tanda-tanda yang diberikan ALLOH bagi kita semua.

Wallahu'alam bishowab.

#malam #cisarua "20.18"

Doa Ibu

Siang ini, ketika kepala ku masih terasa sakit dan mencoba berusaha meredakannya dengan merebahkan diri dikasur, meninggalkan sejenak aktivitas raker yang entah akan selesai kapan. Beberapa saat, sebuah sms meluncur dan berisi seperti ini...dari ibu...

"Doaku hari ini untuk keluarga

Ya Rabb....
Ajari aku & anak2ku tersenyum meski berat pundak kami memikul beban. Ya Rabb.....
Ajari aku & anak anakku berlapang dada meski banyak yang menyesakkan jiwa, Ya Rabb.....
Ajari aku & anak2ku terus berusaha meski butuh waktu utk menggapai mimpi. Ya Rabb..,
Ajari aku & anak2ku  berendah hati karena Engkaulah Yang Maha Tinggi, bantu aku & keluargaku untuk tidak takut gagal meski tantangan ada didepan mata. Sungguh keras perjuangan ini,semoga sebanding dg manisnya hasil akhir perjuangan nanti InsyaAlloh Amin. Tersenyumlah anak2ku yakinlah bahwa langit tdk selamanya mendung." [No edit]

Apa yang ada dipikiran mu kemudian wahai kawan ??

Senin, 24 Juni 2013

dia

Mungkin dia bukanlah siapa-siapa bagi orang lain, tetapi dia adalah segalanya bagi seseorang seperti saya. Berlebihan memang, seakan-akan saya menempatkan dia seperti Tuhan, namun saya tidak akan menempatkannya seperti itu...namun dia mahluk Tuhan yang penting bagi saya.

Saya selalu berpendapat bahwa Tuhan memberikan dan mendekatkan saya dengan orang-orang baik, tidak ada yang tidak baik dimata saya jika Tuhan sudah menentukan. Dan saya akan selalu berpendapat seperti itu untuk menjaga pikiran saya untuk selalu bersyukur dan menghindarkan diri dari sifat menyalahkan siapapun dan apapun kecuali diri saya sendiri. Egosentris memang, tapi itulah saya...

Oke, berhenti membicarakan saya...kita bicara tentang dia. Dia adalah seorang laki-laki yang telah diskenariokan bertemu dengan saya. Pribadi yang menyenangkan dan berkepribadian keras adalah kesimpulan saya untuk dia semasa awal mengenalnya, ceplas-ceplos dan apa adanya, yah dia memang seperti itu. Dalam skenario Tuhan dia adalah senior saya dikantor, tak ada yang berbeda dari senior lain yang sudah lebih dulu dipertemukan Tuhan dengan saya, dia sama dengan yang lain, dia pintar, cerdas, tidak pelit dengan ilmunya, berperasaan dan sangat dermawan, dia juga lucu walaupun kadang bercandaannya nggak lucu yah, tapi sangat menyenangkan saat bersama dengannya.

Dia sangat menyayangi anak-anaknya, saat dia bercerita tentang anak-anaknya juga istrinya...sepertinya dia sangat mencintai mereka, itulah salah satu sisi yang membuat saya menghormatinya. Menyenangkan rasanya saat dia menceritakan mereka dan aku dengan setia mendengarkan atau membaca apa yang dia lakukan dengan mereka. Karena saya tidak memiliki banyak waktu dengan orang tua terutama bapak dan tidak terlalu dekat maka terkadang saya iri dengan anak-anak dia #nyengir...

Entah karena umur sehingga memiliki pengalaman hidup yang lebih dibandingkan saya, dia selalu bisa bersikap lebih baik dari saya, tentulaaahhh secara umur dia lebih dari saya juga...#tepokjidat. Satu hal yang mendekatkan dia dengan saya adalah dia selalu bersikap terbuka sehingga saya nyaman denganya, saya bisa menceritakan apa saja dengannya dan saya bisa melakukan apapun saat bersamanya. Walaupun demikian bukan berarti segalanya terbuka, dan saya menghormati hal itu.

Dia adalah pribadi yang bisa dicintai oleh siapapun, tidak hanya saya. Dia bisa membuat orang merasa dekat dengan caranya. Tapi dia bisa menjadi sangat perasa dan sensitif. Satu hal yang saya tidak suka adalah sifatnya yang suka menyalahkan diri sendiri, jika sudah seperti itu tidak ada yang dapat saya lakukan untuk mengubah pendiriannya.

Memang tidak semua manusia sempurna, begitupula dengan dia. Dia memang tidak sempurna, dalam beberapa hal dia memiliki celah. Tapi itulah manusia. Dan saya tidak pernah sekalipun membenci sisi manusia dari dia karena itu adalah dia secara keseluruhan.

Dia memang senior saya dalam segala hal, dia juga senior saya yang amat dekat dengan saya. Dan seperti senior lain yang dekat dengan saya, sepertinya saya sangat sulit melepaskannya jika dia pergi. Tapi, dia berhak kemanapun seperti yang lainnya...dan dia pun berhak mendapatkan ruang dihati saya seperti yang lainnya, yaahh sedikit lebih besar dari yang lainnya itu sudah pasti. Dia adalah dia, tak ada yang berhak membuatnya berubah dan saya menyukai segala hal dari dirinya. Karena dia adalah dirinya...

Catatan: ketika dunia saya berubah, dia tetap tidak berubah disini #tunjukhati...

Belajar Sabar Dari Sahabat

Kamis malam lalu saya mendapatkan undangan untuk berkunjung ke rumah salah satu sahabat saya. Sebenarnya saya sudah beberapa kali mengunjungi rumahnya, baik karena ada sesuatu hal maupun tidak. Dan sepertinya ALLOH ingin menunjukan sesuatu kepada saya malam itu...seperti biasa, DIA menjaga ku dengan cara yang tidak terduga...

Saya mengenal sahabat saya ini sejak kuliah di purwokerto. Saat itu saya belum mengenalnya dengan dekat, dia adalah teman dari teman dekat saya sewaktu di kos. Sahabat saya tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang saya kenal pada masa kuliah dulu, banyak yang seperti dirinya, semangat, paham agama dan penuh ide, yah seperti itulah...Saya mulai dekat saat kami kembali ke jakarta, entah karena kami memiliki teman-teman yang sama atau karena kami memiliki perasaan yang sama...kami sama-sama belum menikah, yah kami memang belum menikah dan dia adalah orang yang bisa saya ajak berbagi isi pikiran...baik secara satu arah maupun dua arah.

Saat itu saya hanya mengenal dirinya saja, saya bahkan tidak tahu keluarganya seperti apa...ALLOH memang Maha Baik, DIA selalu menghadirkan orang-orang baik dan hebat dalam kehidupan saya, DIA memang tidak pernah salah dalam merancang skenario hidup seseorang. Dan sahabat saya ini adalah salah satu orang hebat itu, salah satu dari sekian banyak orang terbaik yang pernah saya kenal.

Ada hal menarik yang dihadirkanNYA melalui sahabat saya ini. Kami berdua berasal dari keluarga yang dilihat orang mungkin berbeda, beda kelas sosial dan sebagainya...dan sudahlah bagi saya itu tidak penting. Keluarga sahabat saya ini adalah keluarga sederhana, Sang Ibu tercinta yang saya tahu adalah penjahit dan Sang Bapak bekerja sebagai staff pengamanan. Rumah yang ia tempati tidak berada di perumahan tetapi di sebuah tempat yang sangat mepet...halaman depan adalah pintu rumah tetangga...WOW...saya pikir waktu pertama kali berkunjung kesana. Jika orang berkunjung ke rumah saya mungkin hanya akan nyasar sekali atau dua kali, tapi saya tidak yakin bisa mengunjungi rumah sahabat saya ini dengan sukses jika dia tidak berjalan beriringan dengan saya.

Rumah ini terlalu mungil mungkin, karena mereka adalah keluarga "besar" hehehehe...eh tapi beneran mereka itu adalah keluarga besar, besar dalam arti sebenarnya maupun besar dalam arti lainnya. Sirkulasi udara pun tidak selancar rumah2 di perumahan karena sangat mungil rumahnya. Kamar sahabat saya ini tidak seperti kamar saya dirumah, hanya cukup untuk kasur dan lemari pakaian saja itupun jaraknya sangat mepet. Belum lagi ruang tamu yang berfungsi sebagai garasi, ruang keluarga dan ruang makan. Sungguh WOW menurut saya rumah sahabat ini.

Tapi itu hanya rumah, jika kalian melihatnya mungkin akan berpikir..."sungguh kecil rumahnya"...tapi yang saya lihat justru sebaliknya, sahabat saya ini memiliki rasa syukur yang lebih dibanding dengan saya. Saat saya mengunjungi dia, lantai 2 sedang direnovasi sehingga seluruh anggota keluarga berkumpul dilantai 1. Mereka tidur bersama disana, semua baju2 pun tidak menempati lemari seperti biasa. Mungkin kata sumpek yang akan pertama kali terlontar dikepala saat melihat.

Tetapi, itulah rumah mereka, mereka selalu bersyukur, dan karena itu mereka merasa rumah itu luas-luas saja. Sahabat saya ini selalu bersyukur dengan semua hal yang diberikan ALLOH kepadanya, dia tidak pernah mengeluhkan gaji yang kecil atau rumahnya yang mungil itu. Dan karenanya dia selalu merasa cukup dengan semuanya.

Berbeda dengan saya, dan sungguh saya malu saat itu. Saya malu dengan sahabat saya ini, saya iri dengan rasa syukurnya yang meluaskan segalanya itu...sungguh...dan saya lebih malu lagi jika dengan keadaan saya saat ini saya lebih sering mengeluh bukan bertambah rasa syukur saya. Sungguh, ALLOH benar-benar memberikan saya sahabat-sahabat terbaik dalam setiap masa, tidak banyak namun mereka cukup bagi saya...

#teruntuk sahabat ku yang selalu saya repotkan jika sedang membutuhkan bahu, terima kasih atas semuanya...kamu adalah perempuat hebat yang saya kenal...

Kursi Prioritas

05.59 WIB tepat diatas krl bekasi menuju pusat kota jakarta...

Sepasang ibu2 yah sepasang...soalny mereka datang berdua berlari menuju sekumpulang bangku kosong...tak begitu memlerhatikan memang...

Kedua ibu2 itu berhenti sejenak untuk duduk disebuah kursi prioritas...iyah, namanya saja kursi prioritas...

Ada yang menarik saat keduanya mulai duduk dikursi tersebut..."pindah yuk, disini klo ada orang hamil datang nanti kita diusir"....

Coba saat anda mendengar salah satu ibu tersebut berbicara dan anda sedang hamil, mungkin ada sebagian yg akan marah ataupun senyum2 saja karena anda anggap orang tersebut tidak mengerti peruntukan kursi yang ia duduki tersebut sampai2 ia mengeluarkan kata "diusir" sebagai penanda bahwa ia tidak berhak atau memiliki hak penuh menempati kursi tersebut...

Oke, saya memang bukan sarjana bahasa, tapi coba kita telaah sejenak tentang "kursi prioritas"...atau kata "prioritas" itu sendiri...bagi saya prioritas artinya adalah yang didahulukan pemenuhan haknya...nah berkaitan dengan hak mari kita telusuri lagi...

Hak adalah sesuatu yang menjadi katakanlah sesuatu yang harus didapatkan oleh seseorang sejak dia dilahirkan. Sedangkan kata prioritas adalah sesuatu yang didahulukan.

Oke, jika kedua kata tersebut digabungkan menjadi sesuatu yang harus didapatkan oleh oranglain yang didahulukan pemenuhannya...menurut saya demikian artinya...yaaahhh namanya juga bukan sarjana bahasa jadi sebusa saya saja mengartikannya...

Nah, kemudian jika dikaitkan dengan kata2 ibu yang tadi menggelitik telinga saya adalah tentang pendapatnya bahwa duduk dikursi prioritas itu akan diusir jika ada ibu hamil...hmmm, ibu tersebut dengan ibu hamil yang menjadi salah satu orang yang diprioritaskan untuk duduk dikursi tersebut memang sama2 memiliki hak untuk duduk dikursi tersebut...namun, coba dilihat peruntukan kursi tersebut, jika kita paham tentu tidak akan ada anggapan terusir dsb deh yah...

Karena klo diusir itu kesannya bahwa orang tersebut tidak berhak duduk disana atau terkesan orang hamil yang ada itu kasar sekali...kan aneh menurut saya sih...

Pemenuhan orang2 yang telah ditentukan itulah yang didahulukan...dan sebagai seorang manusia bahkan seseorang yang berjenis kelamin wanita tentu itu bukanlah sebagai pengusiran, justru seharusnya sesama wanita bisa memahami apa yang dirasakan orang2 yg diprioritaskan tersebut...

Jadi, buat saya agak aneh jika ada orang yang berpendapat ia diusir dari kursi prioritas saat ada orang hamil yg menghampiri...saya sih membayangkannya itu adalah saya yang menghampiri ibu tersebut kemudian saya usir dengan mengatakan bahwa dia tidak berhak duduk disitu...nah, pasti ibu itu akan marah kan ???...yaahh seperti itulah dan saya hanya bisa senyum2 sendiri saat mendengar kalimat itu mampir ditelinga saya...

GELAP...(Warna ??)

Warnanya apa hayoo ???
Gelap yah ??? Segelap warna kulit ku...
Tapi justru karena gelap itu segalanya akan mungkin terjadi...kamu bisa membayangkan warna merah, biru, kuning, dsb...aku memang adalah gelap...tapi bukan berarti aku terbatas...dengan gelap, aku bisa melewati batas apapun...aku bisa berpikir melintasi apapun...dan gelap memberi ku banyak inspirasi...

Well...aku memang gelap...tapi aku tidak berbeda dengan warna lain...aku tetaplah warna...tak ada yang bisa mengubah itu kecuali yang menciptakan ku...tapi malam ini aku si gelap menemani seseorang...aku menutupi kesedihannya...dan aku menjaganya hingga ia bisa melihat warna cerah sang mentari esok pagi...#39 derajat celcius...

Prostitusi itu "halal"

Daerah patok besi perbatasan subang dengan karawang...beberapa cafe bahkan rumah petak yg kukira kontrakan atau warung ternyata adalah kamar2 yg berisi bukan wanita cantik sebenarnya...tapi yg kulihat adalah perempuan yg memakai baju seksi bahkan mungkin bahasa kerenny adl lingere...agak kaget sebenarnya saat melihat seorang wanita berlari menyebrangi jalanan yg sangat ramai itu dgn lingerenya...setelah dilihat lagi ternyata dia tidak sendiri...ada lebih dari 3 org disana bahkan diantara mereka sedang berangkulan mesra dengan seorang laki2 yg hanya mengenakan celana boxer...dan setelah melewati tanda batas menuju karawang didaerah cikalong tepatny yg q baca masih terdapat hal yg sama...sayang sekali apa yg dilihat oleh mata ini tidak ingin ku abadikan...sungguh tidak ingin....aku pun tak ingin berpikir negatif terhadap apa yg kulihat tadi...namun bagaimana bisa berpikir positif saat melihat hal yg tidak sepatutnya dilihat itu...#perjalanan selepas melepas mbah kakung kebumen-bekasi

Minggu, 03 Juni 2012

Temukan aku dalam Istikharah mu...

Jodohku
Sabar dan tenanglah
Aku di sini masih bersabar menantimu
Hatimu tak sedang terluka kan?
Tersenyumlah
Karena aku yakin kebahagiaan akan slalu menyertai kita
Jikalau detik ini hatimu sedang terluka, basuhlah wajahmu dengan air
Dan mendekatlah kepada-Nya,
Tapi di sini aku berharap kau baik-baik saja
Waktu terasa lama buatku,
Tapi aku yakin takkan lama lagi kau akan hadir menyapaku
Mengajakku untuk melakukan shalat fardhu
Sering pula kau akan menanyakan
Sudah shalatkah kau?
Jodohku
Aku rindu
Kapan kita bertemu?
Begitu banyak hal yang ingin ku ceritakan kepadamu
Begitu banyak pula harapanku untuk menantikan nasihat-nasihatmu
Hati ini kosong dan tak sabar menanti kehadiranmu
Semoga engkau kan membalut & menyembuhkan luka di hatiku
Temukan aku dalam istikharahmu

Rabu, 30 Mei 2012

MAAF KARENA AKU TIDAK CANTIK (2)




Lelah hati…
Terlalu lelah rasanya mengikuti ukuran duniawi, terlalu lelah kaki ini mengejar apa yang manusia pikirkan, dan terlalu lelah rasanya hati ini berusaha menyenangkan orang lain…

Lelah Hati…
Tak hanya hati yang lelah, tetapi rasanya mulut, telinga serta mata ini terlalu lelah mengikuti apa yang dunia mau, tanpa bertanya dan tanpa sebuah kata terucap sebuah ukuran pun tercipta…

Lelah Hati…
Lelah hati ini menangisi hanya karena setiap saat mengucapkan kata itu, terlalu lelah mendengar kata itu dan terlalu lelah memikirkannya…

Maafkan hati…
Maaf, rasanya mengikuti parameter dunia ini semakin membuat ku melupakan MU, Maaf, rasanya orientasi ku kini beralih hanya karena aku tidak cantik…

Maafkan hati…
Karena terlalu lama aku menangis hanya karena aku tidak cantik, Maaf karena aku terlalu memaksakan semua demi mendapatkan predikat cantik, dan maafkan aku karena tidak cantik…

Maaf…
Maaf karena aku telah lelah mengikuti mu wahai dunia, aku terlalu lelah menempelkan semua krim hanya untuk mendapatkan predikat cantik, dan maafkan karena aku tidak cantik…

Maaf…
Aku terlalu lelah untuk mendapatkan predikat cantik, rasanya lelah mengikuti mu dunia, dan rasanya diri ini semakin tidak berarti hanya karena aku tidak cantik…

Maaf…
Kini, biarlah kau berkata bahwa aku tidak cantik, dan aku memang tidak cantik…dan aku ulangi bahwa aku memang tidak cantik…tetapi aku tak peduli…karena penilaian serta parameter mu sudah tidak ada gunanya…aku tak butuh predikat cantik lagi…aku hanya butuh penilaian RABB ku…

Maaf…
Maaf dunia, dihati ini sudah ada RABB ku…dan aku hanya mengikuti parameternya saja, dan biarlah aku mendapat predikat tidak cantik dari mu dunia…karena semua predikat dunia mu tak berarti lagi dimata ku…

Dan maaf karena aku tidak cantik, maka kau tak puas…Maaf karena aku tidak cantik…
(24 April 2012, 10.59 PM, pojok kamar biru)

MAAF KARENA AKU TIDAK CANTIK




Sebetulnya judul tulisan ini telah lama berada dalam alam angan-angan ku, hanya saja sedikit membutuhkan waktu untuk  kemudian ku tuliskan dalam sebuah cerita…

Baiklah…sekedar sharing…pagi ini seperti pagi pada umumnya, aku bangun dari tidur yang sekarang ini tidak nyenyak seperti dulu, entah apa penyebabnya tetapi sebaiknya ku pikir untuk mensyukuri hal tersebut karena setidaknya aku bisa bangun lebih pagi dan menikmati pagi yang syahdu lebih lama daripada dahulu…

Sudah sebulan rasanya kehidupan ku tak diwarnai oleh seseorang bernama Anang Kurniawan. Awalnya ku kira dia berbeda dengan laki-laki pada umumnya yang tidak begitu mempertimbangkan kecantikan wajah dalam memilih pasangan, tetapi rasanya dia sama saja.

Owkey, aku membuat permakluman terhadap ukuran kecantikan, rasanya wajar jika seseorang memilih pasangannya karena ke elokan fisik semata, sekali lagi aku rasa itu wajar.

Tetapi, apakah mereka tidak memiliki perasaan terhadap orang-orang yang tidak memiliki wajah secantik atau setampan model yang selalu mereka impikan ?...apakah mereka tidak memikirkan perjuangan orang-orang yang tidak memiliki kelebihan dalam fisiknya untuk mendapatkan sebuah kata cinta dari lawan jenisnya ?...apakah mereka tidak memikirkan bahwa orang-orang itu juga berhak dicintai ?...mungkin hal itu tidak pernah terpikirkan oleh mereka-mereka itu.

Sebutlah gadis ini SITI, siti adalah seseorang yang rajin beribadah, hafalannya banyak, siti juga punya integritas tinggi dalam pekerjaannya, dan taka da cacat sedikitpun saat aku melihat siti. Aku sempat iri dengan kesempurnaan siti, yah untuk ku siti adalah sosok wanita yang sempurna, tidak seperti aku yang banyak sekali kekurangan.

Cerita ini berawal dari pencarian sosok pendamping yang dilakukan oleh siti. Siti, sebagai muslimah yang taat beragama tentu mencarinya dengan cara yang telah dicontohkan oleh Rasul serta para Sahabat. Ta’aruf, itulah jalan yang dipilih siti untuk menemukan belahan jiwanya, setidaknya siti berharap menemukan sosok yang sesuai dengan apa yang diimpikannya selama ini. Sebuah proposal serta foto telah ia berikan kepada guru ngajinya atau orang terdekatnya, dan kali ini seorang ikhwan meminta biodata siti melalui teman kantornya.

Sebulan…Dua bulan…Tiga bulan…ikhwan tersebut tidak memberikan kabar apapun kepada teman kantor siti, siti pun tetap berikhtiar dan berdoa kepada ALLOH tentang ikhwan tersebut. Mungkin ALLOH menginginkan siti belajar sabar, dan setelah berbulan-bulan lamanya…jawaban itu pun diberikan ALLOH kepada siti melalui teman kantornya…

Betapa kagetnya siti saat mendengar kabar tersebut… “siti, saya mohon maaf karena prosesnya harus berhenti sampai disini saja, karena ikhwan tersebut sudah memiliki calon lain.”. dengan lapang dada akhirnya siti menerima keputusan itu dan dia tetap berikhtiar mencari.

Sebulan telah berlalu, dan siti mendengar bahwa ikhwan yang dulu meminta biodatanya itu berpacaran dengan orang yang jauh kualitasnya dari siti, hanya saja wanita itu CANTIK. Seperti itulah berita yang didengar oleh siti.

Itu baru satu cerita nyata yang dialami oleh salah seorang teman, aku sendiri sering mengalami hal itu, ada lagi cerita dari teman yang sering ku temui dalam perjalanan menuju kantor.

Sebutlah namanya Jamilah, aku menyebutnya Jamilah karena keelokan akhlaknya…sungguh ia adalah seorang wanita dengan akhlak terbaik di kereta itu. Suatu ketika Jamilah bercerita kepada ku bahwa dia sedang jatuh cinta dengan teman sekantornya, Jamilah pun menunjukan foto pria pujaannya tersebut. Jamilah amat sayang terhadap pria tersebut, apa yang pria itu katakan selalu dilakukan oleh Jamilah.

Suatu ketika aku melihat Jamilah dengan dandanan yang berbeda, dia sekarang lebih modis dan menurut ku lebih cantik dari sebelumnya. Selidik punya selidik, ternyata tujuan perubahan itu agar bisa menjadi cantik dihadapan pria pujaannya. Yah, tak apalah…aku berpikir seperti itu, Jamilah punya hak untuk bahagia, siapa tau pria itu adalah jodohnya Jamilah. Begitulah pikiran ku saat itu, pikiran yang kata teman ku adalah terlalu polos, yaaahhh namanya juga berdoa untuk kebahagiaan orang lain kan diperbolehkan^_^

Perubahan Jamilah ternyata tidak lama, karena ku dapati Jamilah dengan gaya yang sama seperti saat pertama bertemu di kereta. “kok berubah lagi ? padahal kemarin cantik banget, ayu dan anggun”, tanya ku saat itu. “Hhhh, cowok itu dimana-mana sama saja ‘ian”…aku sedikit kaget dengan pernyataan Jamilah saat itu. Aku tak bertanya lagi, karena aku cukup bisa menangkap maksudnya. Berdasarkan cerita Jamilah, dia dan pria itu sudah sangat dekat, mereka sering bertukar cerita, bertukar pandangan, bahkan melakukan hal bersama-sama, tetapi ternyata pria itu tertarik dengan teman Jamilah yang CANTIK.

Hhhh….itu baru dua, banyak cerita yang ku dapati serupa dengan cerita Siti dan Jamilah. Dan cerita itu pun aku alami, tapi perasaan seperti itu sudah lewat, perasaan minder dan sebagainya sebagai wanita yang tidak cantik sudah ku buang jauh-jauh. Tidakkah para pria itu tau bahwa sikap dan pilihan mereka terhadap wanita-wanita cantik itu membuat kami wanita yang tidak cantik ini merasa tidak akan pernah mendapatkan cinta dari laki-laki  manapun, bahkan tidak jarang membuat beberapa wanita bahkan melakukan hal yang menurut ku merendahkan dirinya, berbuat “berlebihan”. Dan hal itulah yang membuat ku akhirnya menjauh dari rasa suka atau mencintai seseorang, karena aku tidak cantik, bukan minder atau apapun…aku bangga menjadi diri ku dan mungkin sama dengan wanita lain yang merasa tidak cantik…aku ingin orang yang mencintai ku apa adanya, dan jika sudah demikian maka aku akan mencintainya.

Berbicara mengenai perbuatan berlebihan, aku pernah melakukan itu setahun yang lalu, saat aku terjebak dalam sebuah rasa yang aku hindari…dan melalui hal bodoh itu akhirnya aku belajar satu hal, aku tidak perlu menjadi cantik bagi seseorang, tapi biarlah dia yang melihat ku cantik dengan diri ku seperti ini. Dan maaf, karena aku tidak cantik maka jangan pernah mencintai ku, jangan pernah mendekati ku, karena aku tidak cantik.

Beri Salam Pada Sang Waktu


Beri Salam Pada Sang Waktu

Beri salam pada sang waktu, dimana ia tak tentu menyapa kita, dimana kita tak pernah menyadari arti penting keberadaannya.

Beri salam pada sang waktu, dimana kita selalu membuangnya tiap kali ia datang, dimana kita selalu merasa dia tak pernah ramah menyapa.

Beri salam pada sang waktu, saat kita terlalu menyesal ia sebentar singgah, saat kita terdiam tak bergerak, dan saat kita tak pernah menghargainya.

Beri salam pada sang waktu, saat kita selalu selalu terlambat menyadari, saat kita kehilangannya, saat kita berhenti.

Beri salam pada sang waktu, saat mata kita…telinga kita…mulut kita…kulit kita…tangan kita…kaki kita…pernafasan kita dan saat hati kita berhenti berdetak, saat semua sudah terlambat.

Beri salam pada sang waktu, bersikaplah ramah terhadapnya, nikmati setiap kedatangannya, jamu ia saat ia menyapa…karena sang waktu amat sangat berharga, ia hanya datang sekali, ia hanya singgah sekali, ia hanya menyapa kita sekali dalam setiap episode kehidupan kita…

Pojok Kamar Biru-Bekasi 10042012, 11.09 PM
Teruntuk seorang teman yang saat ini sedang nikmat tertidur, sampai jumpa kawan, semoga ALLOH mempertemukan kita di surge NYA yang indah…

Rabu, 28 Maret 2012

UNTUK PARA AYAH !!!


Para ayah....

Anda dirindukan dan dibutuhkan oleh anak² Anda.

Jangan habiskan seluruh energi dan pikiran di tempat kerja,
sehingga waktu tiba di rumah para ayah hanya memberikan ”sisa-sisa” energi dan duduk menonton TV.

Peluk anak² Anda, dengarkan cerita mereka,
ajarkan kebenaran & moral.

Dan Anda tidak akan menyesal......
karena anak² Anda akan hidup sesuai jalan yang Anda ajarkan dan persiapkan.

Ayah yang sukses bukanlah pria paling kaya atau paling tinggi jabatannya di perusahaan atau lembaga pemerintahan,
tetapi seorang pria yang anak lakinya berkata:

"Aku mau menjadi seperti ayahku nanti"
atau anak perempuannya berkata:
"Aku mau punya seorang suami yang seperti ayahku"

BERSYUKUR

Jika engkau memandang hidup dengan rasa syukur, semuanya menjadi indah dan luar biasa!
Setiap hari adalah hari yang baik
Setiap saat adalah saat yang indah
Berjalan, duduk atau berbaring adalah kebahagiaan hidup
Bekerja, berkeringat dan berjerih payah adalah kepuasan dan kemuliaan hidup
 
TAPI...
Jika engkau tidak mampu bersyukur, semua yang baik dan indah akan menjadi jelek dan menyakitkan
Kemanapun engkau pergi, apapun yang engkau kerjakan adalah penderitaan.
Tiada hari tanpa kegelisahan
Tiada saat tanpa kejenuhan!
Bukan hidup yang membuat engkau jenuh tapi ketiadaan rasa syukur yang membuat semuanya menjadi jelek dan menjenuhkan
 
KESULITAN SEBESAR APAPUN AKAN TERASA WAJAR bagi jiwa yang tetap melebihi syukur daripada mengeluh
Karena bukan kebahagiaan yang menjadikan kita bersyukur, tetapi bersyukurlah yang menjadikan kita berbahagia
Jiwa yang malas, tetap tersesat walaupun sudah sampai….
Jiwa yang tamak, tetap mengeluh di atas kekayaan….
Jiwa yang bersyukur, akan berbahagia bahkan di atas masalah…

Selasa, 27 Maret 2012

Siapa Suruh Jadi PNS?**

Mhd. Zamal Nasution*

Tulisan ini dimaksudkan untuk menyadarkan publik bahwa profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) mirip dengan profesi lainnya yang seringkali dicinta sekaligus dibenci, dan yang dipuji sekaligus dihujat. Tetapi yang terpenting bahwa PNS adalah penyelenggara negara ini sehingga mutlak direvitalisasi.

Dualisme Sikap Publik
Lazim terlihat pada setiap musim penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) antrian peserta ujian yang menunjukkan hasrat dan antusiasme besar untuk menjadi PNS. Buat sebagian keluarga, menjadi pegawai negeri merupakan fardhu ‘ain status terhormat terutama bagi penyandang gelar sarjana. Status PNS diperebutkan bahkan bagi yang sudah bekerja sekalipun. Seakan-akan PNS merupakan sejatinya pekerjaan. Mengapa harus PNS? Jawabnya, karena PNS identik dengan kepastian gaji, fasilitas dan tunjangan, ditambah jaminan uang pensiun. Belum lagi pengajuan kredit yang gampang disetujui.

Kecintaan yang begitu tinggi pada profesi PNS dapat ditelusuri hingga ke era kolonial, dimana pribumi berebut menjadi pegawai negeri (ambtenaar) yang sering disebut juga priyayi karena tergiur fasilitas, gaji, hak-hak istimewa, serta penghormatan. Menjadi ambtenaar itu jabatan terhormat, sebab ia menjadi bagian dari kekuasaan (penguasa). Ambtenaar selalu dikawal para centeng dan dipayungi bak pangeran. Pada masa itu memang hanya golongan bangsawan saja yang berhak menjadi ambtenaar, sebelum pendidikan membuka kesempatan bagi golongan non-bangsawan.

Sejatinya PNS adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang diserahi tugas dalam suatu jabatan negeri, atau diserahi tugas lainnya dan digaji berdasarkan perundang-undangan yang berlaku (UU No. 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian). Untuk itu, negara menyediakan anggaran pembiayaan buat seluruh PNS yang berjumlah sekitar 4.73 juta di seluruh Indonesia. Tahun ini saja, negara mengganggarkan Rp 215,73 triliun atau 22.36 persen dari total belanja pemerintah pusat yang besarnya Rp 965 triliun.

Masalah Kronis
Keberadaan PNS sebagai aparat penyelenggara negara selain dibutuhkan, ternyata juga menjadi masalah. Kuantitas yang begitu besar berdampak pada inefisiensi, seperti dinyatakan oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bahwa dari 4,7 juta jumlah PNS hanya lima persen yang kompeten. Berkaitan dengan jiwa melayani ternyata masih banyak PNS yang menganut budaya jika bisa dipersulit kenapa dipermudah. Bahkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan dugaan adanya rekening gendut milik PNS muda berusia kurang dari 30 tahun berisi miliaran rupiah. Maka tak heran jika Presiden SBY akhirnya berkomentar bahwa birokrasi menjadi salah satu penghalang tercapainya pertumbuhan ekonomi yang optimal, selain masalah korupsi dan buruknya infrastruktur.

Permasalahan seputar PNS saat ini, setidaknya bersumber dari tiga persoalan mendasar yakni: (1) penambahan jumlah pegawai tidak diimbangi perluasan volume beban pekerjaan sehingga menyebabkan banyak PNS yang ‘menganggur’; (2) pola insentif yang tidak membedakan pegawai berdasarkan kinerja sehingga timbul pameo ‘pintar goblok pendapatan sama’; (3) pola rekrutmen CPNS yang rawan korupsi kolusi nepotisme (KKN) sehingga menghasilkan PNS berkompetensi rendah. Jadi selain persoalan pendapatan/kesejahteraan, banyak turunan permasalahan yang terjadi akibat persoalan non-materiil yang tidak terjawab hanya dengan kenaikan pendapatan. Studi Bank Dunia tahun 2001 membuktikan asumsi ini, dimana rata-rata pendapatan PNS sudah 42% lebih tinggi dibanding pekerja swasta meski tingkat produktivitasnya lebih rendah.

Pilihan Sulit
Berdasarkan uraian kenyataan di atas, diperlukan suatu upaya untuk membersihkan citra negatif PNS, dan mulai membentuk sosok PNS yang bersih dan profesional melalui upaya sistematis, tegas, dan komprehensif. Untuk itu, harus ditumbuhkan motivasi bekerja untuk melayani rakyat, bukan bekerja untuk penguasa seperti di era kolonial. Mekanisme carrot and stick harus tegas ditegakkan agar PNS yang profesional, amanah, dan berani mendapatkan penghargaan. PNS yang bermental pecundang harus dihukum, bukan sebaliknya. Kejadian yang melibatkan oknum PNS secara terang benderang diungkap media massa, dimana tertukarnya carrot kepada oknum PNS yang seharusnya dipukul stick.

Pilihan berikutnya yakni paket reformasi birokrasi dengan komponen remunerasi, restrukturisasi, dan rasionalisasi. Sementara pemerintah sedang menghitung remunerasi yang layak buat seluruh PNS, di sisi lain juga setidaknya mempertimbangkan membayar hanya bagi PNS yang dibutuhkan saja. Restrukturisasi dan rasionalisasi memang membebani anggaran negara dalam jangka pendek karena menyedot pembayaran kompensasi. Namun bila dibandingkan manfaatnya buat jangka panjang, pemerintah justru dapat menghemat anggaran belanja pegawai dan mengoptimalkan kinerja pegawai yang sungguh-sungguh layak bekerja. Tentu perhitungan detil terhadap opsi ini memerlukan kajian lebih lanjut.

Mengenai rasionalisasi pegawai, Bappenas pernah mengusulkan jumlah PNS ideal seyogyanya hanya 1.6 juta pegawai. Jika mengacu pada angka tersebut, hitungan moderat ada 3 juta PNS yang layak ditawari pensiun dini. Untuk mereka, diberikan pilihan-pilihan dengan konsekuensi keuntungan maupun kerugian yang didasarkan pada kerelaan dan kesadaran. PNS yang berminat melanjutkan karir diminta uji kompetensi untuk ditempatkan sesuai kebutuhan dan kemampuan. Bila gagal, maka diikutkan pendidikan profesi yang menentukan kompetensi PNS tersebut. Jika masih gagal juga, maka ditawari pensiun dini dengan kompensasi yang memadai.

Bagi PNS dan keluarganya, opsi-opsi di atas memang pahit karena sudah menikmati romantisme kejayaan status untuk diganti dengan semangat pengabdian. Masyarakat butuh kultur birokrasi yang melayani bukan mental operator yang gampang mempersulit urusan. Untuk yang menolak, silakan minggir. Lagi pula, siapa suruh jadi PNS?

*PNS di Kementerian Perdagangan Jakarta, Presidium “Koalisi Publik untuk PNS Bersih”
**Inspirasi judul lagu “Siapa Suruh Datang Jakarta” karya James F. Sundah

Kamis, 22 Maret 2012

Mas Aan, Mak Kopi dan Stasiun Gambir

pagi ini seperti pagi biasanya, rutinitas pagi yang membuat jenuh bagi para pekerja di Jakarta...manaiki kereta yang sama pada gerbong yang sama bertemu orang yang sama dan rute yang sama setiap harinya...

pagi ini rasa penasaran ku akan sebuah cerita mas aan tetnang mak kopi dan gelas plastiknya itu mengantarkan ku ke pintu utara dari stasiun gambir...aku mencari sosok laki-laki, bertopi, berransel dan berkacamata setelah keluar dari gerbong paling belakang kreta api commuter jurusan bekasi-kota...sosok itu tak ku dapatkan...

aahhh... sepatu pantofel highheels ini agak sedikit mengganggu ku untuk bergerak, karena tidak bisa selincah biasanya...maklum kaki ku ini lebih cocok menggunakan sneakers daripada pantofel sebenarnya, namun karena aku perempuan dan rasanya kaki ku juga bagus-bagus saja menggunakan pantofel jadi ku kenakan pantofel pagi ini...

aku bergerak menuju tangga turun dari peron 3, mata ku masih mencari sosok mas aan, karena aku penasaran dengan mak kopi itu...mas aan masih belum nampak...tidak topinya, ranselnya bahkan kacamatanya pun tidak apalagi batang hidungnya...jauhhh sekali...

aku terus bergerak menuju pintu keluar arah utara, ke arah toko donat waralaba amerika punya...menembus deretan orang yang sama-sama baru turun dari kereta api commuter bekasi-kota...menembus sejumlah tukang ojek yang menawarkan jasanya walau terkadang sedikit memaksa...dan sosok mas aan tetap belum ku temukan...

terus melaju menuju kumpulan tukang ojek yang telah siap diatas motornya, dan hampir saja salah satu motor itu kunaiki tapi tungguuu...aku menangkap sosok bertopi dan beransel itu, yaakkk didepan itu adalah sosok mas aan...dan dia telahn memegang kopi yang diceritakan dalam tulisannya itu...hmmm aku sudah bisa mencium aroma harum dari kopi ditangannya...

dengan sedikit sulit ku kejar sosok beransel itu...hingga akhirnya sampai juga dan melihat langsung kopi si emak itu yang asapnya masih mengepul itu..."ini yah mas kopi si emak itu? dimana si emak kopinya?"...aku bertanya kepada mas aan..."itu disana"...mas aan pun menunjuk ke tempat mak kopi itu...

tempat mak kopi itu adalah tempat yang biasa ku lalui, tapi mungkin karena kebekuan hati...aku tidak melihatnya...Iyah...menjadi penduduk ibu kota ini telah membuat beberapa syaraf ku mati sehingga tidak bis amelihat mak kopi berada di sudut stasiun gambir itu...dan ternyata butuh waktu setahun untuk menghidupkan kembali syaraf2 itu...syaraf-syaraf peduli terhadap kehidupan,syaraf-syaraf yang bisa menikmati kehidupan dengan sederhana...

yah...pagi ini sekali lagi mas aan, mak kopi dan stasiun gambir telah menghidupkan kembali syaraf-syaraf kesederhanaan itu...Terkadang kita terlalu pusing dengan tulisan di gelas kopi kita atau kotak donat yang kita pegang...kita lebih merasa bangga apabila tulisannya "uang bintang" atau "kacang kopi"...walaupun kita sudah tau bahwa banyak sekali zat-zat yang tidak sehat pada kopi mereka bahkan tingkat kehalalannya diragukan...memang sih kopi di si emak juga belum tentu halal, namun kita setidaknya cara mak kopi membuat dan kopi yang digunakan bisa juga kita lihat sehingga kita bisa menilai kopi si emak ini halal atau tidak...

Sejurus kemudian aku mohon pamit kepada mas aan.."duluan aja  mas, aku mau beli kopinya si emak"...aku berjalan ke belakang lagi menuju si emak berada...hmmm...hangatnya kopi si emak ini menurut ku jauuhhh lebih hangat dibanding kopi2 di warung kopi amerika tersebut...salam hangat dari mak kopi ku berikan kepada kalian semua...semoga syaraf2 kehidupan kita tidak mati karena hidup di Jakarta...